Tampilkan postingan dengan label Selamat melayani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selamat melayani. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2018

Selamat melayani, pemuda/l GIDI di Tanah Papua dan selalu hidup mencerminkan Yesus. Tuhan Yesus memberkati. (***)

                                                                          
                                                              
Di tengah gejolak dunia yang terus berkobar, pemuda-pemudi diperhadapkan dengan penyalahgunaan obat terlarang, seks bebas, pornografi, pornoaksi dan kekerasan yang akan menjadi bagian utama dalam kehidupan generasi muda saat ini, dan sangat dikhawatirkan akan mempengaruhi perilaku.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah apakah ini juga melanda pemuda dan pemudi Kristen?
Ini sebuah pertanyaan yang harus segera dijawab oleh pemuda yang ter-tantang untuk membuktikan perannya dalam kehidupan, baik di gereja dan di masyarakat. Pertanyaan ini tentu bukan letupan sebuah keprihatinan atau sikap ketidak percayaan terhadap peran pemuda, tetapi sebuah roh penyadaran bersama untuk lebih meningkatkan kiprah pemuda dan pemudi untuk takut akan Tuhan.

Lalu bagaimana pemuda gereja berkiprah?
Banyak kegiatan gereja yang perlu mendapat perhatian pemuda. Untuk itulah gereja terus berusaha menyediakan sarana dan prasarana sebagai bukti dukungan dari jemaat bagi pumuda untuk kegiatan Gereja. Di Tanah Papua saat ini, jumlah pemuda mencapai ratusan ribu bahkan jutaan. Dari mereka itulah diharapkan kader gereja yang mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap GIDI di Tanah Papua.

Pemuda dengan semua potensi yang dimilikinya merupakan aset berharga gereja, masyarakat dan Negara. Tidaklah berlebihan jika pemuda disebut sebagai tiang gereja, masyarakat dan Negara. Dimana sejarah mencatat, kebangkitan nasional, dunia, Alkitab dan gereja telah membuktikan bagaimana peranan pemuda menciptakan perubahan. Sudah saatnya pemuda GIDI di Tanah Papua bergerak dan menjadi subjek pelayanan, tidak lagi bersifat menunggu dan pasif dalam pelayanan, supaya pemuda menjadi berkat.
Untuk itu, setidaknya ada 3 motivasi yang perlu pemuda GIDI lakukan :

1. Persekutuan
Salah satu dari tri panggilan gereja adalah Koinonia (bersekutu). Di Gereja kita kenal dengan persekutuan PAR, PAM, PW Dan PKB. Persekutuan inilah yang menjadi kekuatan bagi gereja dimana terdapat potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota jemaat. Persekutuan juga sangat menentukan dapat tidaknya pelayanan gereja berjalan dengan baik. 

Dengan persekutuan yang baik maka akan menyatukan potensi-potensi yang dimiliki untuk mewujudkan tri panggilan gereja. Dalam hal ini, pemuda harus menciptakan persekutuan yang baik di antara pemuda gereja sehingga persekutuan tersebut menarik bagi orang lain untuk terlibat di dalamnya dan tidak membentuk kelompok-kelompok individu dari salah satu suku dan adat, sehingga tidak menimbulkan perpecahan yang akhirya merusak pelayanan. 

Selain itu, pemuda dalam persekutuan-nya harus menjadi teladan bagi generasi-nya dalam Sekolah Minggu (SM) dan remaja, bahkan pemuda hendaknya terlibat dalam pelayanan dan pembinaan rohani bagi mereka. Menjadi teman sekerja Majelis (untuk itu hendaknya diperlukan pendampingan dari para pendeta yang terpanggil untuk mengarahkan pemuda gereja), contohnya menjadi guru sekolah minggu dan mengambil bagian pada ibadah-ibadah unsur PAR.

2. Kesaksian
Saat ini yang sering dikeluhkan dan dipergumulkan di tengah-tengah gereja GIDI adalah semakin banyaknya generasi muda yang meninggalkan GIDI dan memilih aktif di gereja lain, khususnya aliran kharismatik. Alasan yang sering kita dengar, banyak pemuda menyampaikan ibadah di GIDI monoton dan pelayanannya tidak menyentuh. Dalam pelayanannya gereja GIDI, ibadah tidak menggunakan alat musik yang lebih bersemangat, sehingga ibadahnya tidak hidup dan menarik.

Ditengah-tengah persekutuannya, seharusnya pemuda menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih menarik. Membentuk wadah-wadah yang dapat mengakomodir talenta-talenta pemuda yang selama ini terpendam untuk disalurkan dalam pelayanan di tengah-tengah gereja, misalnya bermain musik, olahraga, menulis cerita atau puisi dan lain-lain. 

Pemuda juga dapat dilibatkan di dalam seksi-seksi di setiap kepanitiaan kegiatan gereja. Artinya pemuda lebih menunjukkan partisipasi-nya dan keterlibatannya dalam pelayanan sehingga, tidak hanya terlibat dalam persekutuan-nya saja.

3. Pelayanan
Kegiatan-kegiatan pemuda hendaknya yang langsung menyentuh kebutuhan jemaat, khususnya jemaat yang kurang mampu. Pemuda dapat membuka pelatihan-pelatihan di gereja, membuka kursus-kursus sesuai dengan talenta dan kemampuan pemuda guna mencerdaskan jemaat.

Contoh, pemuda dapat membuka kursus bahasa inggris, kursus keyboard dan bimbingan belajar bagi adik-adik yang dalam masa persiapan ujian. Tentu juga pelayanan-pelayanan yang berhubungan dengan sosial yang dapat dilakukan pemuda gereja, misalnya mengunjungi orang sakit dari anggota jemaat, turut serta dalam kegiatan ibadah penghiburan, bahkan pemuda dapat melakukan pengobatan gratis donor darah dan pembinaan-pembinaan tentang kesehatan masyarakat, membantu mensosialisasikan bahaya penyakit AIDS. Karna kita ketahui bersama, penyakit ini menjadi urutan pertama mendominasi di Wilayah Papua.

Masa muda bukanlah menjadi penghalang bagi kita untuk turut serta dalam pelayanan, memikul tanggung jawab untuk melakukan tri panggilan gereja yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani. Rasul Paulus mengatakan, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.” (1 Tim. 4: 12a).

Jika ditelusuri dalam Alkitab, dapat dilihat jalan Tuhan memakai kaum muda untuk menyuarakan kebenaran. Yusuf yang dipakai Tuhan melalui suatu maksud jahat dan ironis dari saudara-saudaranya dalam usianya yang masih muda menjadi orang pertama yang dipakai Allah untuk menjadi pemimpin bangsa bahkan di luar bangsanya sendiri. 

Ketika Bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian, justru Yosua yang mudah yang harus memimpin mereka. Kedua belas murid Yesus pun adalah orang-orang muda. Mereka sebagian besar hanyalah nelayan bukan tokoh yang hebat, tapi dipakai untuk mengabarkan Injil. bahkan Yesus sendiri hidup selama 33 Tahun di dunia, Yesus mengerjakan tugas pelayanan yang berat dalam usianya yang muda.

Masa muda adalah masa yang indah untuk melayani, waktu untuk berkarya dan berbuah bagi Tuhan. Tunjukkanlah bahwa kamu pun bisa dan mempunyai kapasitas untuk diandalkan dalam pelayanan di tengah-tengah gereja dan masyarakat.

Kehadiran pemuda di gereja bukan untuk di layani tetapi untuk melayani, bukan untuk dikasihi tapi untuk mengasihi, bukan juga untuk di kasihani tapi mengasihani. Pelayanan pemuda bukan hanya sekedar ibadah tiap minggu, paduan suara atau-pun vokal grup, tetapi pemuda mau melayani, karena itulah yang diinginkan Tuhan dari pemuda pada masa muda saat ini.

Selamat melayani, pemuda GIDI di Tanah Papua dan selalu hidup mencerminkan Yesus. Tuhan Yesus memberkati. (***)



Featured Post